Penyebab dan Ciri Sakit Kepala Cluster


Penyebab dan Ciri Sakit Kepala Cluster
0
Categories : General

Sakit kepala tentu bukan hal baru lagi bagi kita semua. Ini merupakan sakit yang mungkin sering kamu alami, seperti ketika sedang mendapat tekanan, stres atau kurang tidur dan masalah penyakit lainnya. Tapi, tahukah kamu bahwa sakit kepala memiliki beberapa jenis dan ciri tersendiri? Kamu dapat mencari tahu penyebab dan cirinya terlebih dahulu sebelum mencoba untuk mengatasinya. Salah satu jenis sakit kepala adalah sakit kepala cluster. Lalu, apa saja penyebab dan ciri-ciri sakit kepala cluster? Apakah tanpa kamu sadari ternyata kamu mengalami sakit kepala jenis ini? Yuk, kenali penyebab dan ciri-ciri sakit kepala cluster. Sebelumnya, tahukah kamu apa itu sakit kepala cluster? Menurut alodokter.com sakit kepala cluster adalah nyeri di kepala yang terjadi secara berulang dalam siklus tertentu. Ciri-ciri sakit kepala cluster adalah nyeri di sekitar mata, atau pada salah satu sisi kepala, terjadi setiap hari dan dapat berlangsung beberapa kali dalam hitungan minggu hingga tahun. Sakit kepala ini cenderung muncul secara rutin pada waktu yang sama. 

Apa saja penyebabnya? Belum diketahui apa yang menyebabkan sakit kepala cluster. Namun, ada dugaan penyakit terkait dengan gangguan pada hipotalamus. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena sakit ini seperti berjenis kelamin pria, rentang usia dua puluh sampai lima puluh tahun, mengonsumsi alkohol, perokok aktif, memiliki keluarga yang menderita sakit kepala dengan jenis yang sama dan menggunakan obat nitrogliserin. 

Lalu gejala apa saja yang dialami penderitanya? Sakit kepala jenis ini sering menyerang tiba-tiba tanpa peringatan. Sakit kepala ini kadang juga dapat diawali dengan mual serta sensitif pada cahaya dan suara. Gejala khas dari sakit kepala jenis ini adalah nyeri berlangsung selama beberapa kali dalam sehari selama satu minggu sampai satu tahun, nyeri berlangsung di waktu yang sama setiap harinya seperti satu atau dua jam sebelum tidur dan nyeri meningkat cepat hingga mencapai puncaknya dalam luma sampai sepuluh menit dan berlangsung lima belas menit sampai tiga jam. Gejala lainnya adalah keluarnya air dan kemerahan pada mata, masalah penglihatan di bagian kepala yang sakit, kelopak mata terkulai serta wajah yang memerah atau berkeringat. 

Menurut hellosehat.com sakit kepala cluster adalah penyakit yang jarang tidak terkadi apabila kamu tidak memiliki faktor risiko. Diperkirakan tidak lebih dari satu persen orang yang mengalami kondisi ini dan yang paling umum biasanya di antara usia remaja dan usia pertengahan. Kamu harus menghubungi dokter jika memiliki gejala seperti kepala terasa sakit setelah cedera yang lama berlangsung, nyeri kepala secara mendadak, nyeri kepala diikuti dengan demam, mual, leher kaku dan kesulitan dalam berbicara.

Bagaimana dengan pengobatannya? Untuk sakit kepala membandek, kamu dapat menghirup oksigen murni untuk meringankan gejala. Dokter dapat meresepkan terapi oksigen untuk digunakan di rumah jika sakit kepala terjadi di rumah. Obat lainnya dapat seperti verapamil, lithium, kortikosteroid dan topiramate yang harus memiliki anjuran dari dokter bila ingin dikonsumsi. Kamu juga dapat melakukan perawatan di rumah dengan menjaga jadwal tidur agar selalu teratur dan cukup, memeriksa kesehatan secara rutin pada dokter dan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dengan teratur. Itulah hal yang dapat kamu ketahui tentang penyebab dan ciri-ciri sakit kepala cluster. Selain itu, kamu juga dapat mengetahui gejala dan cara pengobatan sakit kepala cluster.